Setelah kehilangan suami dan dua anaknya dalam sebuah serangan mematikan, Safiya harus membangun kembali kehidupannya dari nol di pengungsian. Kini ia menemukan harapan baru melalui keterampilan menjahit yang ia pelajari. Kegiatan ini tidak hanya memberinya penghasilan, tetapi juga membantu memulihkan rasa percaya diri yang sempat hilang.
Di tengah kondisi pengungsian yang penuh ketidakpastian, Safiya mulai menjahit pakaian sederhana untuk dijual di pasar lokal. Mesin jahit tua yang ia peroleh melalui program pelatihan menjadi alat utama bertahan hidup. Setiap hari ia menghabiskan waktu berjam-jam di depan mesin tersebut, mengubah kain menjadi produk yang bisa dijual.
Kehilangan anggota keluarga akibat kekerasan bersenjata telah meninggalkan trauma mendalam bagi banyak perempuan di wilayah yang sama. Safiya bukan satu-satunya yang harus menghadapi tantangan ini. Banyak perempuan lain juga kehilangan mata pencaharian utama dan kini berusaha mandiri melalui keterampilan praktis seperti menjahit.
Program pelatihan keterampilan yang ia ikuti memberikan dampak lebih luas daripada sekadar penghasilan. Ia juga belajar mengelola keuangan kecil-kecilan dan memasarkan hasil jahitannya secara mandiri. Hal ini membantu mengurangi ketergantungan pada bantuan kemanusiaan yang seringkali terbatas.
Dalam konteks yang lebih besar, keterampilan seperti menjahit menjadi salah satu cara paling realistis bagi perempuan pengungsi untuk membangun kembali ekonomi keluarga. Berbeda dengan pekerjaan formal yang sulit diakses di kamp pengungsian, menjahit bisa dilakukan di rumah dengan peralatan minimal.
Safiya kini berharap bisa memperluas usahanya dengan membeli mesin jahit tambahan agar dapat melatih perempuan lain. Langkah kecil ini dianggapnya sebagai cara untuk memberikan kontribusi positif bagi komunitas yang sama-sama berjuang.
Meski masa depan masih penuh tantangan, kegiatan menjahit telah menjadi jangkar yang menjaga Safiya tetap bergerak maju. Setiap jahitan yang ia buat membawa harapan bahwa kehidupan bisa pulih meskipun tidak akan pernah sama lagi.






